Ini lucuk! sekian. Kalau dikira film ini film mellow, salah besar.

Sabtu_Bersama_Bapak

downloadAku memutuskan untuk nonton film ini hanya semata-mata karena aku suka novelnya. Lihat-lihat pemain okelah. Lihat sutradara, kebetulan Monty Tiwa yang pekerjaannya aku lumayan suka. Pas pertama nonton, masih berasa tipikal film Indonesia yang terlalu ‘teatrikal’ dan akhirnya kurang real. But then… the magic is just started.

Film bagus kalau ceritanya kuat, flownya enak, akting para pemain meyakinkan, dan tambahan bonus, bikin aku ngakak. Sabtu bersama Bapak udah bisa masuk ke kategori film bagus. Memang masih ada yang bisa diperbaiki, but surely I enjoyed it so much. Film-film keluarga seperti ini memang yang diperlukan di Indonesia. Kita sudah jengah dengan film horror nggak jelas atau film-film percintaan remaja yang begitu-begitu saja. Terus terang tahun 2016 kemarin aku nggak begitu banyak nonton film Indonesia sebanyak yang aku lakukan di tahun 2015. Bahkan film ini adalah film Indonesia pertama yang aku tonton di tahun 2017.

Film Sabtu Bersama Bapak kurang lebih sama jalan ceritanya dengan yang di novel. Tidak ada perubahan atau penambahan berarti, tapi memang penghidupan dari novelnya amat sangat kental. Aku kira awalnya vibenya akan sama dengan film Test pack yang notabene disutradarai oleh Monty Tiwa juga, berdasarkan dari novel yang kebetulan istri dari Aditya Mulya. Ternyata nggak juga. Malah versi lebih baik.

 

Sabtu Bersama Bapak bercerita mengenai seorang bapak bernama Gunawan Garnida (Abimana Aryasatya) yang mendapatkan diagnosa bahwa dia mengidap penyakit kanker dan jelas waktunya tidak akan lama lagi. Gunawan mempunyai dua putra Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra). Gunawan mungkin tidak bisa berbuat banyak soal penyakitnya, tetapi dia brpikir bahwa ada cara lain yang bisa ia lakukan untuk tetap membantu istrinya (Ira Wibowo) untuk membesarkan kedua putranya.

Gunawan mulai merekam dirinya setiap hari. Isi videonya berisi banyak petuah dan pesan yang ingin kedua putranya value hingga tumbuh dewasa. Video pertama yang mereka tonton, bapaknya mengatakan “Bapak tahun depan mungkin harus pergi. Tapi, tidak apa bapak akan tetap bersama kalian. Senin sampai Jumat kalian belajar, Sabtu kalian akan ketemu bapak” dan begitulah kisah Sabtu Bersama Bapak dimulai.

Tiap Sabtu dari mereka kecil hingga tumbuh dewasa, kakak adik Satya dan Cakra menghabiskan Sabtu sore mereka dengan ibunya di ruang keluarga untuk menonton video-video peninggalan bapak. Itje membesarkan mereka tanpa ada masalah. Keduanya lulus sarjana. Bahkan Satya mendapatkan pekerjaan dengan gaji bagus, sudah menikah dengan Rissa (Acha Septriasa) dan mempunyai 2 putra juga. Mereka tinggal di Perancis. Cakra juga mempunyai pekerjaan bagus di sebuah bank dengan posisi sebagai Deputy Director. Hanya saja, Cakra sudah hampir 30 tahun teapi belum menikah. Ternyata ganteng-ganteng begitu, Cakra mempunyai masalah kepercayaan diri kalau sudah ketemu dengan cewek. Tahun ini, Cakra bener-bener jatuh cinta dan berniat untuk menikahi seorang perempuan yang bernama Ayu (Sheila Dara Aisha).

arifin deva

Teori dari bapak sudh kenyang mereka makan, tapi ternyata pada dasarnya, Satya lupa kalau dia hidup di masa sekarang, dan ada waktunya juga dia mulai fokus dengan keluarganya sendiri ketimbang masa depan yang sudah dia rancangin. Keinginan untuk seperti bapak membuat Satya lupa bahwa setiap keadaan mempunyai ceritanya masing-masing, dan di sinilah pesan-pesan film dari si bapak mulai dicerna dengan pemahaman yang lebih.

SPOV

Aditya Mulya is one of my favorite authors. Selalu berhasil mengemas pesan dalam dengan tema guyonan. Monty Tiwa untungnya setipe. Alhasil, aku banyak ngakak. Awalnya aku kira, akan banyak mellow moment, tapi untungnya nggak. Apalagi performance Deva Mahenra yang lumayan mengejutkan.

Dari pemilihan cast, aku bilang nyaris sempurnaa.. sayang banget Monty kurang maksimal dalam casting child actor. Aku tahu masalah utama film Indonesia, belum ada aktor atau aktris anak-anak ayng benar-benar bagus. Sebenarnya ada-ada saja, atau mungkin pihak produksi yang lupa bahwa elemen sekecil apapun di sebuah film itu penting.

Dari cinematography, soundtrack, main casts and figuran (excludin children talents), semuanya sudah mendekati kata sempurna. Sebagai satu kesatuan, film ini cukup bagus. Terlebih di bagian flow. Meng-adaptasi sebuah novel menjadi sebuah film bukan pekerjaan mudah. Kebanyakan bisa saja jadi jumpy. Meman di awal, film ini terkesan agak terburu-buru, tetapi begitu masuk ke inti cerita, berjalan jauh lebih baik.

Selepas komenku tentang akting para anak-anak yang ada di film, semua cast lain dan juga para figuran dewasa semuanya oke. Abimana is my favorite actor next to Reza Rahadian. YES! I can state it like that. Performance dia di Negeri Van Oranje masih sangat memberikan kesan, dan di film ini juga bagus. Apalagi dia berperan sebagai bapak dan lawannya adalah aktris yang lebih senior – Ira Wibowo. Chemistry bapak anak juga terasa ketika dia bersanding dengan Arifin Putra. He is good. Oh iya, ini film reunian antara Arifin Putra dan juga Abimana yang dulunya bareng di Negeri Van Oranje.

galIdFC_26102015_27713

sabtu-bersama-bapak-teaser-108c-640x360-00002
the most romantic scene – Abi and Ira 

Deva Mahenra is a pleasant surprise. Aku sebelumnya nggak pernah tahu orang ini pernah ada, mungkin karna udah lamaaaa banget nggak nonton sinetron. Tidak ada bekas akting sinetron. Kesan bodohnya juga dapat.

sabtu-bersama-bapak-cakra

Untuk Acha Septriasa, setelah nonton Test pack, aku makin suka sama aktris ini. Sebelumnya aku benci setengah mati dengan dia haha. Masih terngiang aktingnya di Heart yang gimanaaa gitu. Tapi, makin ke sini sudah amat sangat improved. Hanya saja mungkin karena karakter Rissa yang tidak beda jauh dengan karakter di Testpak. But overall, I enjoyed her performance. 

fam

Nah, another pleasant surprise is ERNEST PRAKASA. Idiot yang brilian. Karakter tambahan di film ini asli membuat film ini jadi lebih humoris daripada novelnya. Salah satu penyebabnya adalah karakter si Ernest di sini. Mukanya udah mengundang tawa, ditambah dengan dialog yang tepat, he is the funny creature, the firecracker in the movie.

Overall, good job Monty, akhirnya satu film Indonesia nyaris sempurna ada lagi.

 

Production House: Maxima Pictures

Director: Monty Tiwa

Screen writer: Aditya Mulya & Monty Tiwa

Casts: Abimana Aryasatya, Ira Wibowo, Arifin Putra, Acha Septriasa, Sheila Dara Aisha, Ernest Prakasa, Jennifer Arnelita

Advertisements